Skip to main content

Delay Yang Menguntungkan

Keajaiban dan Kuasa Allah dalam Perjalanan ku

Pada siang itu, hari Jumat tgl 11 november 2016. Kebetulan, hari tersebut saya sedang berada di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Saya mengikuti Seminar Nasional dan Dialog Kebangsaan dalam rangka bulan bahasa 2016.

Perkenalkan, Nama saya , Mahasiswa Pascasarjana UNY. Teman-teman memanggil ku irul / fuad / cho. Biasalah, gue kan keren...hehehhehe (udah ga usah protes).


Bandara Sultan Hasanuddin
Saya berangkat dari Kota Yogyakarta jam 17 Wib lewat dan tiba dikota Makassar sekitar jam 21 Wita. Baiklah saya akan bercerita bagaimana serunya perjalanan tersebut. Saya menghadapi kejadian yang tak terduga dan boleh dibilang ajaib, hanya kuasa dan takdir – Nya yang bisa menjelaskan ini semua.

Semoga kisah ini menginspirasi teman-teman pembaca. Satu hal yang pasti, kisah ini menghiasi dan menjadi bab hidup saya. Tentu, kisah ini tidak akan saya lupakan... Hanya pada-Nya lah ku pasrahkan segala urusan.
***
Saya gres kembali dari rumah tante saya didaerah Bantul, sekira jam 12 siang. Kupacu kuda besi, motor astrea grand peninggalan Mbah Kakung. motor yang boleh dibilang tua, namun menjadi kebangganku.. hehehe

Saat itu, cuaca sedang tidak hujan namun mendung dan sangat berawan. Ya mungkin awan hitam kelihatanya. Namun saya tidak terlalu peduli, tetap kupacu dengan kecepatan tinggi. Dalam benak, saya harus segera hingga di Kos. oh ya, kos ku disekitar Kampus UNY.

Ingin segera hingga di kos dan kemas-kemas, Ya, saya akan melaksanakan perjalanan panjang menuju kota Makassar menggunakan pesawat. Ditiket pesawat yang saya beli di Traveloka.com, tertulis jam 15.45 Wib. Hati rasa tidak sabar ingin segera terbang dan hingga di Seberang Pulau sana, dikota yang populer dengan Pantai Losari.

Sesampainya dikos sekitar jam 1 siang, Subhanallah, mati listrik. Kamar gelap sekali. Langsung berlari kekamar mandi, apa yang terjadi? Zonkkk... air kosong.. Mampus dech saya pikirku... Badan rasa lengket karna belum mandi. 

Tanpa berpikir lama, eksklusif ku chat mas riyan via WA. Sebenarnya saat itu sudah mulai turun hujan. Satu sisi diriku pengen mandi hujan, tp ah sudahlah… Sisi diriku yang lain berteriak... "Udah gede woi.."

Aku : Mas tempat sampean matlis ga?
Mas Riyan : Ga rul, kenapa?” Jawab mas riyan
AKu : Mau numpang mandi boleh ga? Matlis n gada air di kos ku
Mas Riyan : ini saya juga mau mandi, sudah sini aja.

(percakapan disadur seperlunya,hehehe)

Siap-siap dan kemudian meluncur. Tak lupa ku mengabari teman-teman ku yang akan mengantar kami kebandara, mereka ialah Mas Paiman dan Naufal. They are the best friend that I ever had. Nanti kalian akan liat bagaimana agresi mereka (tenang ini buka kisah perkelahian koq)..hehehe

Eh iya, lupa mengenalkan, mas riyan itu ikut juga ke Makassar. Mas riyan ini asal Cirebon. Mas riyan itu satu angkatan dan satu kelas (Prodi ga usah ditanyakan ye, orang sekelas juga). Kalau bahas perihal mas Riyan, beliau itu gokil dch orangnya kalau ngobrol. Bisa serius dan bisa bercanda, pada dasarnya tau kapan mau serius atau bercanda. Aktivitasnya sungguh luar biasa (Ga perlu dibahas ye, panjang ntar).

Sesampainya di kos mas yan (Panggilan ku di dia, hehehe), eksklusif dech mandi. Sebenarnya, dalam perjalanan menuju rumah mas riyan, saya kehujanan. Tp ga terlalu basah.
Sesudah mandi, jam sudah mengatakan pukul 13.45 Wib.

Bercakap sebentar dengan mas riyan mengenai kondisi ini.. jam 2 kita putuskan untuk balik menuju kos ku. Menerobos hujan, tp pakai jas hujan..

Aku : Terobos aja ya mas.?
Mas Yan : Yo lah.
Aku : Yo wes, siap - siap.. Aku pakai jas dulu.

Kemudian kami bergegas pergi ke kos ku. Tak lupa mampir beli pulsa, ntar kan mau nelp disana. Persiapan intinya.

Sesampainya dikos, eksklusif kemas-kemas, memasukkan baju seperlunya dan hal-hal yang harus kubawa. Tapi tetap aja saya bawa koper. Jujur saya bawa tidak mengecewakan banyak, karna sesuai rencana, sehabis dari Makassar saya akan melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Tengah dan jadinya Pulkam.

Acara di Unhas pada Jumat - Sabtu, 13 & 14 November, sedangkan di hari senin, 14 november saya harus sudah berada di Palangka raya dengan kegiatan yang sama, yakni seminar dan persentasi makalah.

Jam sudah mengatakan jam 14.15 Wib. Selama 1 jam 30 menit lg pesawat akan berangkat. Padahal check in dimulai semenjak 90 menit (1 jam 30 menit) sebelum keberangkatan.


Parallel session 
Ada jawaban dari Mas pai dan Naufal, bahwa mereka siap berangkat. Mereka nekat menerobos hujan demi mengantar kami kebandara. 

Mas pai : Aku otw dari tempat kerja ku yo.. tunggu bentar.
Naufal : Ok po, meluncur..

Ya percakapan mereka via WA..hehehe

Jam 14.45 Wib mereka berdua sudah berada didepan kos ku dan kita berangkat menuju bandara. Saya berboncengan dengan mas pai dan mas riyan berboncengan dengan naufal.

Untung tak sanggup ditolak, malang tak sanggup diraih… hehehe eh kebalik…. Ya pokoknya begitulah.
Kondisi kemudian lintas sepanjang jalan adi sucipto ramai lancar, namun lama-lama agak sedikit macet. Maklum masih hujan gerimis.

Melirik jam sudah mendekati pukul 15.00 Wib. Duh pikirku dalam hati, nyampe ga ya kebandara sempurna waktu…

Setelah melewati amplaz, kemudian pom bensin sebelum lampu merah fly over janti, terlihat pak polisi mengatur kemudian lintas.. 

OMG, genangan air atau boleh dibilang banjir akhir hujan itu cukup banyak. Mas pai dengan gigihnya menerobos genangan air itu. Sekitar 25 m banjir tersebut. 

Pertama-tama ialah sandal mas pai jatuh satu.. dan hilang terseret arus. Sedih saya mendengarnya, namun kata mas pai. Ah gpp..

Mas pai : Duh sendalku lepas ni..
Aku : lha gimana mas pai, apa kita stop dulu.. (padahal kita lagi berada ditengah genangan air itu n mengalir lagi, parah kan bro)
Mas pai : Udah, gpp aja.. ntar bisa beli lagi..

Weh, temen satu ini, sendal aja ga dipikirin.. hahaha

Mesin motor terlihat seakan mau mati. Mungkin busi yang terkena air.  Namun masih bisa terus melaju. Gassssss Poollllllll............

Mas Pai : duh giman ni, mau mati motorku..
Aku : Gpp mas, pokoknya terobos n gas pol.. hehehe (dulu pernah soale pas di SMP, jembatan yang sering kami lalui kalau hujan lebat, jadinya banjir. Kalau ga diterobos, ya motornya digotong rame-rame).
Mas pai : Okkk....

Grung.. grung.. bunyi motor mas pai meraung seakan tidak mau kalah....

Namun… ketika dipenghujung banjir, tiba-tiba mesin motor mati. OMG !!!!! mesin mogok…..

Apa yang kami lakukan…. Dorong…….. jam sudah mengatakan pukul 15.00 Wib.
Sesampainya didaerah yang tidak banjir, Kami terus menggenjot motor mas pai.. namun tidak mau hidup juga. 

Naufal dan Mas riyan lewat dan berhenti..

Naufal : Kenapa po?
AKu : Mati ini po.. palingan busi
Naufal : Terus gimana ni?
Aku : Udah kau bawa aja mas yan ke Bandara. Habis itu balik lagi kesini yo.. 
         Mas yan, check aja dulu sampean. 
Mas riyan : Ok..
Naufal: Kami berangkat dulu yo 

Naufal dan Mas yan melaju menerobos padatnya kemudian lintas Jogja sore itu. Sebenarnya tidak hanya kami, namun banyak motor lain yang mati mesin karna banjir tersebut.

Mas pai : duh gimana ini?
Aku : wes mas santai ae, stop disini.. kita coba hidupkan..
Mas Pai : Ok, sini pinjam sandalnya, buat genjot..
Aku : ini mas pai..

Tak usang berselang mesin motor mau hidup, namun sedetik kemudian terus mati lagi. Huft. Hati semakin berdebar – debar.

Usaha menggenjot motor terus dilakukan, bahkan ane juga gemes ikut bantu genjot juga. Alhamdulillah mesin motor tidak mau menyala. 5 menit kemudian, mas pai memutuskan utk menggunakan jasa ojek online. Go-Jek. Nah mas Pai kerja sebagai programmer di Go-Jek. Ya beliau kerja sebagai programmer aplikasi go-jek diwilayah Yogyakarta. Kaprikornus beliau sangat paham..wkwkwk

Mas Pai : Ni, pakai Go jek aja yo.. tak pesenkan..
Aku : Yo wes ok aja.. lha sampean gimana?
Mas Pai : Wes sante ae..

Nah kalau si Naufal, beliau itu mahasiswa S2 juga di Kampus UNY. Naufal berasal dari sebatik. Pulau dengan dua Negara, Malaysia dan Indonesia. ya, meski beliau mahasiswa dari perbatasan, namun beliau mempunyai semangat luar biasa.

Lalu kemana naufal dan mas riyan. Mereka juga sempat berhenti ketika motor kita mogok. Namun karna waktu mepet, saya menyruh mereka utk terlebih dahulu berangkat kebandara. Intinya check in duluan. Kbetulan tiket saya dan mas riyan dalam satu booking.

Jam 15.10 ada telp dari salah satu driver go-jek. Setelah memberi tahu posisi kami, beberpa menit kemudian driver tersebut berada disebrang kami, sehingga perlu memutar semoga bisa masuk kejalur kami.

Driver Go Jek : Posisi dimana Pak?
Aku : Kami didekat perempatan Janti pak.
Driver : ok, saya menuju kesitu

Pernah suatu waktu ketika sedang mengobrol dengan mas pai perihal bahasa driver Go-jek (Motor ye, bukan Go-car yg mobil);

Aku : eh mas.. pengemudi go-jek koq driver sih namanya. Padahal kan secara bahasa kalau drive itu artinya mengendari yang beroda 4, atau lebih dari dua. Nah itu kan motor, harusnya rider. 
mas pai: (Senyum anggun & cute banget... asemmm pemuda tu.. )........... kalau itu istilah go-jek untuk menamai pengemudi ojek online mereka. (ane bukan protes ya… peace)
Aku : oooo... gitu.. bolehlah.

Kami menunggu lama, jadinya jam 15.30 driver go-jek tiba disebelah kami. Selama menunggu, kami terus berusaha untuk menghidupkan mesin motor tersebut. Huft tapi masih tidak mau menyala. Kami tidak melihat bengkel erat situ. Mas Pai jg ga bawa kunci motor untuk bengkel.

Pak driver go-jek bilang bahwa normal mutarnya deket, karna banjir, kanal ditutup sehingga membutuhkan tempat putar yang tidak mengecewakan jauh, ditambah kondisi jalan yang banjir. Tapi saya tetap bersyukur, ada yang bisa mengantar saya hingga ke bandara.

Driver Go jek : Maaf pak lama, jalanya diututp, mutarnya jadi Jauh.. Banjir soale.

Aku : Gapapa pak.. Pesawat saya jam 15.45 Wib. Bisa ga pak ngebut dan nyampe 10 menit ke Bandara.
Driver Go jek : Tenang aja, nyampe aja koq..
Aku : Oke dch pak, mari berangkat. (meski ga yakin sich 10 menit nyampe. secara jalanan tidak mengecewakan padat).

Teringat tiket pesawat bahwa pesawat take off jam 15.45 wib, artinya masih kurang 15 menit lagi. Saya jg sudah berpesan kepada driver go jek supaya bisa membawa saya 15 menit hingga bandara. Jarak tempuh mungkin sekitar 5km mungkin. Ah pokoknya dari fly over janti ke bandara.

Nih saya kasih tau bagaimana kondisi ketika itu. Hujan cukup deras, kemudian lintas padat, air mengucur deras dipinggir jalan, bahkan ada yang meluber alias banjir dijalanan.
Saat itu, saya bawa koper dan tas ransel. Didalam tas ransel saya bawa laptop dan Alhamdulillah saya tuutpi tas saya dengan rain cover. Dalam saku baju saya ada hp saya. saya hanya menggunakan jaket saja, sedangkan jas hujan Cuma digunakan oleh driver saja. Kata pak driver bantu-membantu ada jas hujan didalam motor, tapi karna ingin cepat, makanya ga berhenti buat pakai jas hujan.. eksklusif tancap gas pooollllllll.................

Driver go-jek meyakinkan saya bahwa bisa nyampe 15 menit hingga bandara. Pokoknya ngebut pool itu driver. Menembus macetnya jalanan.

Ketika ada jalur yg ksong namun itu ialah selokan, driver itu menerobos melewati itu. Semua itu demi hidup yang baik, hanya beliau yang bisa melaksanakanya. Jujur ketika itu saya takut sekali. Pertama saya takut ketinggalan pesawat. Kedua saya takut laptop dan hp saya. ketiga koper saya. keempat takut kecelakaan. Hanya bisa pasrah dan berdoa.

Luar biasa, saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak driver go jek itu. Saya tiba dibandara jam 15.45 Wib teman-teman. Setelah saya bayar, kemudian saya berlari memasuki bandara.
Sewaktu dipintu masuk, sebelum petugas bertanya kepada saya, saya lebih dahulu bertanya. “mas peswat lion ke makassar jam 15.45 udah berangkat blm?” Tanya dengan sedikit kedingin karna basah.

“owh mas pesawat jam 15.45 toe,” ucap salah satu petugas.

Tidak ada investigasi tiket dan ktp. Mereka mempersilahkan saya masuk. Kemudian check barang bawaan n melewati detector. Aman ga bunyi.

Saat itu sudah lewat jam 15.45 wib. Tapi saya pede saja, mudahan saja masih sempet..hehe
Setelah masuk, eksklusif menuju konter lion n check in. petugas hanya bilang. “Mas koq gres dating?” Tanya mba-mba itu dengan penuh menyelidik.
“Hujan, motor mogok kena banjir dan jadinya naik go jek,” jawabku singkat
“Mas ini KTP nya. Silahkan. Tadi sudah di check ini mas temanya,” ungkap mba-mba itu
“lho mba pesawatnya sudah berngkat blm,” tanyaku

Mba itu hanya memberi senyum. Saya tidak ingat jawaban apa yang kau beri mba..hahaha

Setelah koper masuk dan beres, saya eksklusif berlari menuju papan pemberitahuan. Taraaaaaa…….. lion delay 16.45 wib.. ternyata delay 1 jam.. Alhamdulillah. Delay ada untungnya.

Diruang tunggu bandara, kumencari sosok mas riyan yang telah tiba lebih dahulu.
Ternyata mas riyan gres keluar dari mushollah ruang tunggu bandara. Sejenak kemudian saya mengabari Naufal dan mas pai bahwa saya sudah hingga dibandara dengan selamat dan pesawatnya delay.

Kemudian ku bersujud karna td blm sholat ashar. Rasa menyesal bahwa saya telat. Padahal sebelum berangkat adzan asar telah berkumandang. Namun Allah menegur ku dengan segala halangan dan rintangan.

Kubersyukur bahwa Allah swt masih menandakan kuasa-Nya bahwa segala sesuatu sudah Ia atur sedemikian rupa. Kita hanya boleh berpasrah kepada Allah.

Seusai sholat, check laptop. Ada embun dingn menyelimuti laptop ku. Rasa was-was dalam hati. 
Tekan tombol power dan hidup. Alhamdulillah. Selesai loading dan laptop berjalan normal. Lagi-lagi mengucap syukur atas anugerah hari ini.

Sembari duduk menunggu pesawat berangkat, kusempatkan menelpon kekasih tercinta yang berada dipulau seberang. Responya hanya kaget. Ia menduga bahwa masih besok penerbangan saya. Saya balas dengan tertawa.


Leaving for Makassar


Akhirnya, pukul 17.15 kami memasuki pesawat. Dan ada pemberitahuan dari Pilot bahwa antri penerbangan selama kurang lebih 15 menit. Masya Allah ternyata ada lampu merah jg utk pesawat ya.. hahaha

Eh iya, sesampainya nanti di Makassar, kami akan dijemput oleh sobat kami, Sulfah namanya. 
Sulfah ini rekan kami satu kelas dan telah berada dimakassar semenjak seminggu sebelumnya. Maklum beliau orang sono. Kami bertiga perwakilan dr kelas n Kampus dalam kegiatan tersebut. Masalah dana, saya jawab, semua berasal dari Allah swt.

Dia yang maha memperjalankan hamba-hamba-Nya kesegala penjuru dunia. Kaprikornus ingat kisah isra miraj ketika Nabi Muhammad saw  yang tertulis dengan infinit di surat Al Isra (17) ayat 1 yang berada pada juz 15, yakni melaksanakan perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsa dalam waktu kurang dari 1/3 malam. Padahal kalau dipikir secara logika, omg, luar bisa. Saat itu, blm secanggih ketika itu ya. Langsung ditambah lagi naik di sidratul muntaha, langit tingkat tujuh. Ada yang tidak atas kejadian itu, banyak….. namun sebagai kaum muslim, kita wajin mengimani dan meyakini. Seperti bubuk bakar as sidiq yang eksklusif meng-amin-kan dan membenarkan perkataan dan dongeng nabi atas kejadian isra miraj. Lalu bubuk bakar menerima gelar as-sidiq. Alhamdulillah.

Saya pribadi merasa kasihan kepad Sulfah, karna delay, jd beliau harus menunggu kami berjam-jam lamanya dibandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Waktu kita naik pesawat, beliau sudah berada di bandara Sultan Hasanuddin, menunggu kedatangan kami. Huft betapa usaha teman-teman. Pertolongan Allah melalui teman-teman yang baik hati, semoga diberi jawaban yang setimpal dan dicatat sebagai amal ibadah. Saya tak tahu harus bagaimana membalas ini semua, hanya doa dan terima kasih yang bisa saya lakukan.

Perjalan dilanjut 2 jam didalam pesawat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan akan berlangsung kisah saya selanjutnya.

Didalam pesawat saya teringat blm menunaikan ibadah shalat magrib. Jam mengatakan pukul 17.45 dan pesawat take off meninggalkan kota Yogyakarta yang seiring menghilangnya sang surya dan perlahan langit gelap berganti dengan lampu kota, ku terbangkan tinggi mimpi ini. perjalanan memakan waktu 2 jam perjalanan dan kini dimakassar sudah jam 18.45. estimasi kedatangan jam 20.45 Wita atau 19.45 Wib. Ya, Jamak & Qasar ialah solusi dari-Nya. Sekali lagi kubersyukur, meski Dia memberi kewajiban kita untuk menghadap-Nya 5 kali dalam sehari, namun Dia juga member solusi atas setiap persoalan kita, liat saja. sholat saja kita masih boleh menjamak. Subhanallah..

Lanjut kepada Kota Makassar

Part selanjutnya saya akan bercerita mengenai keajaiban yang saya alami di kota Makassar dan perjalanan saya didaerah itu.
Pada intinya, kita harus selalu bertawakal kepada Allah. Yakin –seyakin – yakinya kepada Allah. Gantungkan semuanya hanya kepada-Nya.

Saya ucapkan Terima Kasih kepada Mas Pai dan Naufal karna mereka begitu berani menerobos hujan dan banjir hanya untuk mengantarkan saya dan mas riyan ke Bandara. Tak lupa juga kepada driver go-jek yang skill mengemudinya luar biasa.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar