Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Pendidikan merupakan suatu perjuangan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Adapun tujuan pendidikan secara umum ialah membawa anak kearah tingkat kedewasaan. Suatu pendidikan menyangkut tiga unsur pokok, yaitu unsur masukan, unsur proses perjuangan itu sendiri, dan unsur hasil usaha. Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak sanggup dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan menduduki posisi penting dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan kuat pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat memilih nasib bangsa. Dunia pendidikan tidaklah sebatas mengetahui ilmu dan memahaminya, akan tetapi dalam dunia
pendidikan sangat bekerjasama dengan dunia luar yang nyata. Pendidikan terdiri dari banyak sekali elemen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama, dari hal itu sanggup disebut bahwa pendidikan sebagai suatu sistem Pendidikan sebagai suatu sistem tidak sanggup dipisahkan dengan lingkungan baik fisik maupun makhluk hidup yang lain, alasannya ialah pelajaran tidak hanya didapat dari pelajaran sekolah ataupun forum pendidikan formal, namun pendidikan juga membutuhkan pelajaran dari alam atau lingkungan sekitar.
Masukan perjuangan pendidikan ialah penerima didik dengan banyak sekali ciri-ciri yang ada pada diri penerima didik itu ( antara lain : bakat, minat, kemampuan dan keadaan jasmani). Dalam proses pendidikan terkait banyak sekali hal, ibarat : pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar lain-lain. Sedangkan hasil pendidikan sanggup mencakup hasil mencar ilmu ( yang pengetahuan, sikap dan keterampilan ) sehabis selesainya suatu proses mengajar tertentu.
Masukan perjuangan pendidikan ialah penerima didik dengan banyak sekali ciri-ciri yang ada pada diri penerima didik itu ( antara lain : bakat, minat, kemampuan dan keadaan jasmani). Dalam proses pendidikan terkait banyak sekali hal, ibarat : pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar lain-lain. Sedangkan hasil pendidikan sanggup mencakup hasil mencar ilmu ( yang pengetahuan, sikap dan keterampilan ) sehabis selesainya suatu proses mengajar tertentu.
Pengertian sistem
Sistem berasal bari bahasa Yunani systema, yang berarti sehimpunan sketsa atau komponen yang saling bekerjasama secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan . Istilah sistem ialah suatu konsep yang abstrak. Defnisi tradisional menyatakan bahwa sistem ialah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai satu tujuan.
Sistem ialah suatu kesatuan unsur-unsur yang saling berinteraksi fingsional yang memperoleh masukan menjadi keluaran. Kesamaan lain sanggup dilihat melalui ciri-cirinya sebagaimana disebutkan dalam buku sertifikat mengajar V Depdikbud, 1984) yang mencakup :
a. adanya tujuan
b. adanya fungsi untuk mencapai tujuan
c. ada bab komponen yang melakukan rungsi-fungsi tersebut
d. adanya interaksi antara komponen satu saling hubungan
e. adanya penggabungan yang menjadikan jalinan keterpaduan
f. adanya proses transformasi
g. adanya proses umpan balik untuk perbaikan
h. adanya kawasan batasan dan lingkungan.
Teori sistem (karakteristik dan model)
Teori sistem (karakteristik dan model)
Teori Sistem yaitu suatu kerangka yang terdiri dari beberapa elemen / sub elemen / sub system yang saling berinteraksi dan berpengaruh. Konsep system dipakai untuk menganalisis sikap dan tanda-tanda sosial dengan banyak sekali system yang lebih luas maupun dengan sub system yang tercakup di dalamnya. Contohnya ialah interaksi antar keluarga disebut sebagai system, anak merupakan sus system dan masyarakat merupakan supra system, selain kaitannya secara vertikal juga sanggup dilihat hubungannya secara horizontal suatu system dengan banyak sekali system yang sederajat. Dalam pandangan Talcott Parsons, masyarakat dan suatu organisme hidup merupakan system yang terbuka yang berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan lingkungannya. System kehidupan ini sanggup dianalisis melaui dua dimensi yaitu :
interaksi antar bagian-bagian / elemen-elemen yang membentuk system dan interaksi / pertukaran antar system itu dengan lingkungannya. Talcott Parsons membangun suatu teori system umum / Grand Theory yang berisi empat unsure utama yang tercakup dalam segala system kehidupan, yaitu : Adaptation, Goal Attainment, Integration dan Latent Pattern Maintenance. Talcott Parsons mengemukakan teori sebagai berikut:
Sitem Sosial
Sistem Budaya ==> Individu ==> Perilaku
Karakteristik Sistem yaitu :
interaksi antar bagian-bagian / elemen-elemen yang membentuk system dan interaksi / pertukaran antar system itu dengan lingkungannya. Talcott Parsons membangun suatu teori system umum / Grand Theory yang berisi empat unsure utama yang tercakup dalam segala system kehidupan, yaitu : Adaptation, Goal Attainment, Integration dan Latent Pattern Maintenance. Talcott Parsons mengemukakan teori sebagai berikut:
Sitem Sosial
Sistem Budaya ==> Individu ==> Perilaku
Karakteristik Sistem yaitu :
§ Keseluruhan bersifat primer,bagian-bagian bersifat sekunder
§ Integrasi ialah kondisi saling kekerabatan antara bagian-bagian
§ Bagian-bagian membentuk sebuah keseluruhan
§ Bagian-bagian memainkan peranan mereka dalam kesatuannya untuk mencapai tujuan dari keseluruhan
Pendidikan merupakan sebuah sistem yaitu komponen yang saling bekerjasama secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan, dengan tujuan untuk menunjukkan pelayanan pendidikan kapada yang membutuhkan. Pendidikan merupakan suatu perjuangan untuk mencapai tujuan pendidikan. Suatu perjuangan pendidikan menyangkut tiga unusur pokok, yaitu unsur masukan, unsur proses perjuangan itu sendiri, dan unsur hasil usaha. Hubungan ketiga unsur itu sanggup digambarkan sebagai berikut:
Proses Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Masukan perjuangan pendidikan ialah penerima didik dengan banyak sekali ciri-ciri yang ada pada diri penerima didik itu (antara lain bakat, minat, kemampuan, keadaan jasmani,). Dalam proses pendidikan terkait banyak sekali hal, ibarat pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku, metode mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil pendidikan sanggup mencakup hasil mencar ilmu (yang berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan) sehabis selesainya suatu proses mencar ilmu mengajar tertentu. Dalam rangka yang lebih besar, hasil proses pendidikan sanggup berupa lulusan dari forum pendidikan (sekolah) tertentu.
Pendidikan sebagai sutu sistem sanggup di lihat dari 2 hal :
1. Sistem pendidikan secara mikro
Secara mikro, pendiddikan sanggup di lihat pada beberapa komponen pokok yaitu :
- Tujuan
- Bahan
- Pendidik
- Peserta didik
- Proses
- Hasil
- Balikan
2. Sistem pendidikan secara makro
Secara makro, sistem pendidikan menyangkut banyak sekali hal atau komponen yang lebih luas :
a) Masukan (input), ada 4 jenis masukan pendidikan, yaitu :
ü Sistem nilai dan pengetahuan, contohnya falsafah negara, tujuan pendidikan nasional, dan sebagainya.
ü Sumber daya manusia, termasuk di dalamnya masyarakat, penerima didik, pendidik dan sebagainya.
ü Masukan instrumental seperti, perangkat kurikulum, panduan, dan silabi.
ü Masukan sarana termasuk di dalamnya kemudahan dan sarana pendidikan yang harus di siapkan.
b) Proses yaitu segala sesuatu yang berkaitan denganproses mencar ilmu mengajar atau prose pembelajaran di sekolah atupun di luar sekolah, dalam komponen proses ini termasuk di dalamnya telaah kegiatan mencar ilmu dengan segala dinamika dan unsur yang mempengaruhinya, serta telaah kegiatan pembelajaran yang di lakukan pendidik dalam kerangka memberi kemudahan kepada penerima diddik untuk terjadinya proses pembelajaran.
c) Keluaran (output ), hasil yang di peroleh pendidikan bukan hanya terbentuknya eksklusif lulusan/ penerima didik yang mempunyai pengethuan, sikap dan keterampilan sesuai dengan yang di harapkan dalam tujuan yang ingin di capai.
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan sasaran pendidikan, penerima didik, pengelola pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan fasilitas. Setiap sistem pendidikan ini saling mempengaruhi.
PH Combs (1982) mengemukakan dua belas komponen pendidikan sebagai berikut:
1) Tujuan dan Prioritas ialah fungsi mengarahkan kegiatan. Hal ini merupakan informasi apa yang hendak dicapai oleh sisitem pendidikan dan urutan pelaksanaanya
2) Peserta didik adalah fungsinya mencar ilmu diharapkan penerima didik mengalami proses perubahan tingkah laris sesuai dengan tujuan sistem pendidikan
3) Manajemen atau pengelolan ialah fungsinya mengkoordinasi, mengarahkan dan menilai sistem pendidikan
4) Struktur dan kegiatan waktu ialah mengatur pembagian waktu dan kegiatan
5) Isi dan materi pengajaran ialah membuktikan luas dan dalamnya materi pelajaran yang harus dikuasai penerima didik.
6) Guru dan pelaksanaan ialah menyediakan materi pelajaran dan menyelengarakan proses mencar ilmu untuk penerima didik
7) Alat bantu mencar ilmu ialah fungsi menciptakan proses pendidikan yang lebih menarik dan bervariasi
8) Fasilitas ialah fungsinya untuk tempat terjadinya proses pembelajaran
9) Teknologi ialah fungsi memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan
10) Pengawasan mutu ialah fungsi membina peraturan dan standar pendidikan
11) Penelitian ialah fungsi memperbaiki dan menyebarkan ilmu pengetahuan
12) Biaya ialah fungsinya memperlancar proses pendidkan
Menurut UU republik Indonesia no.2 tahun 1989 perihal sistem pendidikan nasional ialah perjuangan sadar untuk menyiapkan penerima didik melalui bimbingan , pengajaran, atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
Pendidikan sebagai suatu sistem sanggup pula digambarkan dalam bentuk model dasar input-output berikut ini : “Segala sesuatu yang masuk dalam sistem dan berperan dalam proses pendidikan disebut masukan pendidikan. Lingkungan hidup menjadi sumber masukan pendidikan.
Faktor-faktor yang kuat dalam pendidikan diantaranya: filsafat negara, agama, sosial, kebudayaan, ekonomi, politik, dan demografi. Ketujuh faktor ini merupakan supra sistem pendidikan.
Jadi, pendidikan sebagai suatu sistem berada bersama, terikat, dan tertenun di dalam supra sistemnya yang terdiri dari tujuh sistem tersebut. Berarti membangun suatu forum pendidikan gres atau memperbaiki forum pendidikan lama, tidak sanggup memisahkan diri dari supra sistem tersebut”
Faktor-faktor yang kuat dalam pendidikan diantaranya: filsafat negara, agama, sosial, kebudayaan, ekonomi, politik, dan demografi. Ketujuh faktor ini merupakan supra sistem pendidikan.
Jadi, pendidikan sebagai suatu sistem berada bersama, terikat, dan tertenun di dalam supra sistemnya yang terdiri dari tujuh sistem tersebut. Berarti membangun suatu forum pendidikan gres atau memperbaiki forum pendidikan lama, tidak sanggup memisahkan diri dari supra sistem tersebut”
Sistem Pendidikan Nasional
a. Pengertian sistem pendidikan nasional
Sistem pendidikan nasional ialah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengertian yang 1ebih terperinci mengenai pendidikan, pendidikan na-siona1 dan sistem pendidikan nasiona1 sanggup dijumpai dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang ini pendidikan didefinisikan sebagai "Usaha sadar dan berkala untuk mewujudkan suasana mencar ilmu dan proses pembelajaran supaya penerima didik secara aktif menyebarkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diharapkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara” ( Pasal 1, ayat 1 ).
Pendidikan nasional didefinisikan sebagai "pendidikan yang menurut Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. (pasal 1 ayat 2 ). Sedangkan yang dimaksud dengan sistem pendidikan nasional ialah "keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional” (pasal 1 ayat 3 ). Kaprikornus dengan demikian, sistem (pendi-dikan nasiona1 sanggup dianggap sebagai jaringan satuan-satuan pendidikan yang dihimpun secara terpadu dan dikerahkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
b. Unsur-unsur Pokok Sistem Pendidikan nasional
Kazik (1969:1) mendefinisikan sistem sebagai "organisme yang dirancang dan dibangun strukturnya secara sengaja, yang terdiri dari komponen-kumponen yang bekerjasama dan berinteraksi satu sama lain yang harus berfungsi sebagai suatu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan sebelumnya". Suatu sistem mempunyai tiga unsur pokok: (1) tujuan, (2) isi atau komponen, dan (3) proses. Kalau pendidikan nasional kita benar-benar merupakan suatu sistem, maka ia setidak-tidaknya mempunyai tiga unsur pokok tersebut. Di samping itu, komponen-komponen sistem tersebut harus bekerjasama dan berinteraksi secara terpadu. Adapun komponen pokok dalam sistem pendidikan yaitu : tujuan dan prioritas, anak didik ( siswa ), pengelolaan, struktur dan jadwal, isi kurikulum, pendidik (guru alat bantu belajar, fasilitas, teknologi, pengawasan mutu, penelitian dan biaya.
c. Tujuan Pendidikan Nasional
Dalam Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 perihal sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional ialah untuk berkembangnya potensi penerima didik supaya menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggunng jawab.
d. Realisasi Sistem Pendidikan Nasional dan Permasalahannya
Ø Realisasi Sistem Pendidikan Nasional
Realisasi pelaksanaan undang-undang mengenai sistem pendidikan nasional secara utuh akan masih memerlukan waktu. Perlu disadari bahwa UU No. 20 Tahun 2003 mustahil sanggup mengatur semua kegiatan pendidikan yang terjadi di lapangan. Undang-undang pendidikan nasional hanya bisa menunjukkan arah, dan mem-berikan prinsip-prinsip dasar untuk menuju arah tersebut, serta mengatur prosedurnya secara umum. Realitas pe1aksanan pendidikan di lapangan akan banyak ditentukan oleh petugas yang berada di barisan paling depan, yaitu guru, kepala sekolah dan tenaga-tenaga kependidikan lainnya.
Ø Masalah-Masalah Pendidikan Yang Ada Sekarang
Pendidikan kita kini ini setidak-tidaknya sedang dihadapkan pada empat problem besar: problem mutu, problem pemerataan, problem motivasi, dan problem keterbatasan sumberdaya dan sumberdana pendidikan.
1) Pola motivasi sebagian besar penerima didik lebih bersifat maladaptif daripada adaptif.
2) Kualitas proses dan hasil pendidikan belum merata di seluruh tanah air.
3) Pendidikan kita sekarang, juga masih dihadapkan pada banyak sekali kendala, khususnya hambatan yang berkaitan dengan sarana/prasarana, sumber dana dan sumber daya.
Ø Usaha-usaha ke arah pemecahan problem .
Usaha untuk mendemokratiskan serta memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas antara lain sanggup dilakukan dengan menstandardisasikan kemudahan forum penyelenggara pendidikan dan menye1enggarakan kewajiban belajar. Semua forum pendidikan yang sejenis perlu diusahakan supaya mempunyai kemudahan pendidikan yang setara dan seimbang: antara lain dalam bentuk gedung yang memadai, perlengkapan serta peralatan mencar ilmu yang mencukupi, kualifikasi guru dan satuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan nyata. Standarisasi kemudahan dan kondisi pendidikan diharapkan sanggup menghasilkan standarisasi mutu. Dengan cara ini pada saatnya nanti , belum dewasa yang berdomisili di luar Jawa tidak banyak lagi yang menginginkan bersekolah di Jawa, alasannya ialah mutu pendidikan di kawasan mereka setara atau malahan lebih tinggi dibandingkan dengan mutu pendidikan di Jawa.
Kewajiban mencar ilmu merupakan upaya lain untuk mendemokratiskan kesempatan memperoleh pendidikan. Melalui kewajiban mencar ilmu yang dise-lenggarakan dan didanai oleh negara, semua anak Indonesia akan mempe-roleh kesempatan untuk rnengikuti pendidikan hingga pada usia atau tingkat pendidikan tertentu. Melalui kewajiban mencar ilmu perjuangan untuk menaikkan tingkat pendidikan sebagian besar warga-negara sanggup dilakukan secara lebih cepat.
Fungsi pendidikan nasional yaitu :
ü Alat pembangun pribadi, pengembangan warga negara, pengembangan kebudayaan dan pengembangan bangsa indonesia
ü Menurut UU RI No.2 1989 ”pendidikan nasional berfungsi untuk menyebarkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat bangsa indonesia dalam upaya mewuhutkan tujuan nasional
v Kelembagaan, Program Dan Pengelolaan Pendidikan
Kelembagaan Pendidikan
Ditinjau dari segi kelembagaan maka penyelenggaraan pendidikan di indonesia melalui dua jalur yaitu:
- Jalur pendidikan Sekolah
- Jalur pendidikan luar sekolah
Jenis Program Pendidikan
Jenis pendidikan yang termasuk pendidikan sekolah yaitu:
- Pendidikan Umum
- Pendidikan Kejuruan
- Pendidikan Luar Biasa
- Pendidikan kedinasan
- Pendidikan Keagamaan
- Pendidikan akademik
- Pendidikan Propesional
Jenjang Pendidikan
- Pendidiksn Prasekolah
- Pendidikan Dasar
- Pendidikan Menegah
- Pendidikan Tinggi
Kurikulum
Untuk mencapai tujuan Pendidikan nasional disusunlah kurikulum yang memperhatikan tahap perkembangan penerima didik dan kesesuaian dengan lingkugan, perkembangan ilmu pengetahuan, sesuai dengan jenjang masing-masing satuan pendidikan
Menurut Simanjuntak (1989) mengemukakan bahwa dalam menyusun kurikulum perlu memperhatikan :
1. Dasar dan tujuan sisitem pendidikan nasional
2. Dasar dan tujuan forum pendidikan
3. Tujuan kurikuler komponen pendidikan
4. Tujuan dan Struktur instruksional/ pengajaran
5. Keperluan pembaruan aspek-aspek yang diperlukan
6. tahap-tahap perkembangan anak didik
Pegelolaan Sistem pendidikan Nasional
1) pengelolaan sistem pendidikan nasional pada umumnya diserahkan oleh presiden kepada depertemen / mentri
2) dalam hal tertentu pengelolaan npendidikan nasional yang mengandung kekhususan diserahkan kepada depertemen, tubuh pemerintah lain
3) dalam mengelola pendidikan nasional presioden dibantu oleh dewan pendidikan nasional.
SUMBER :