Skip to main content

Suar Matahari Dan Persiapan Living Off-Grid

grid alias hidup tanpa terkoneksi sistem listrik  Suar Matahari dan Persiapan Living Off-Grid

Living off-grid alias hidup tanpa terkoneksi sistem listrik (dan sistem-sistem lain, menyerupai pengairan, kebersihan, dll) sama sekali bukanlah perkara spekulatif. Kondisi itu tinggal menunggu 'kapan', bukan sekadar 'bagaimana jika.' 

Satu diantara penyebabnya dapat jadi yakni suar matahari. 

Suatu pagi di bulan September 1859, Richard Carrington sedang menggambar bintik-bintik matahari yang beliau amati dari teleskop yang memproyeksikan penampakan matahari ke sebuah layar di ruang observasi pribadinya. Tiba-tiba nampak satu kilatan putih yang sangat terang di permukaan matahari.

Begitu kagetnya, beliau berlari keluar hendak mencari orang-orang yang menyaksikan kejadian itu. Namun ketika beliau kembali, percikan api matahari tadi nyaris sudah sirna.

grid alias hidup tanpa terkoneksi sistem listrik  Suar Matahari dan Persiapan Living Off-Grid
suar matahari

Keesokan harinya sebelum fajar menyingsisng, langit di seluruh bumi berpendar terang oleh aurora berwarna-warni. NASA mendeskripsikan keadaan itu menciptakan 'koran dapat dibaca dengan terperinci menyerupai pada siang hari.'

Pada masa itu belum ada instalasi listrik menyerupai sekarang. Yang ada yakni saluran/jaringan telegraf di banyak sekali belahan dunia. Masih bersumber dari NASA, disebutkan kalau sistem telegraf dikala itu menjadi kacau akhir cahaya itu. Para operator sangat kaget dan kertas-kertas telegraf terbakar. Walaupun baterai penyuplai daya jaringan sudah dilepas, arus listrik yang dihantar oleh aurora ke kawat menciptakan pesan-pesan tetap tertransmisikan.

Balik ke masa kini. Kata ilmuwan terkait, bila percikan raksasa dari matahari menghantam bumi suatu saat, pembangkit listrik kita dapat dipastikan tidak dapat berfungsi, kalau tidak mengalami kerusakan total. Perlu waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin di atas 10 tahun untuk memperbaikinya.

Pada Februari 2015, Deep Space Climate Observatory (DSCOVR) diluncurkan dan segera diposisikan untuk mengamati matahari dari orbitnya di antara bumi dan matahari. Observatorium ini akan dipakai sebagai belahan dari sistem buatan US Space and Weather Prediction Center untuk 'memperingatkan perusahaan-perusahaan kuat/besar, maskapai penerbangan dan industri-industri lain yang rawan terkena pengaruh keadaan itu.'

Observatorium akan memberi waktu kepada para operator sistem kelistrikan untuk mematikan sistem untuk sementara waktu sebelum suar matahari mengenai medan magnet bumi. Tetapi, peringatan itu hanya berjarak satu jam sebelum kejadian itu terjadi.

Antara SHTF dan Menjelang Puncak Akhir Zaman


Sekitar dua tahun lalu, Departemen Keuangan Amrik memesan perlengkapan survival untuk diberikan kepada para bankir di bank-bank besar sana menyerupai Bank of America, Citigroup, JP Morgan Chase & Co, dan lain-lain. Isi survival kit itu diantaranya tablet pemurni air, senter, tongkat,  obat-obatan, sarung tangan, 'selimut matahari' dan masih banyak lagi. Semua peralatan itu harus dapat masuk dalam tas yang gampang dibawa kemana-mana.

Apa maksud tindakan itu? Mengapa para pegawai bank yang sehari-hari bekerja di gedung glamor diberi peralatan pertahanan hidup seolah akan terjadi kejadian yang akan menggusur kenyamanan mereka?

Kalau di luar sana, mereka menyebut keadaan 'buruk rupa' itu SHTF, sh*t hit the fan. Yang peduli akan berguru survival dengan segala bentuknya. Bahkan mempraktikkan hidup off-grid. Bagaimana dengan kita?

grid alias hidup tanpa terkoneksi sistem listrik  Suar Matahari dan Persiapan Living Off-Grid

Di lain sisi, kalau kita rajin mengamati teks hadist-hadist yang berkaitan dengan selesai zaman, kejadian 'kembali ke jaman batu' sudah dinubuatkan di sana. Perang kiamat akan memakai senjata manual menyerupai kerikil dan tombak. Bukankah nanti Nabi Isa a.s. akan membunuh Dajjal dengan tombak?

Bila melihat ke keadaan kita kini, sebagian dari kita masih tertidur sambil terbuai mimpi. Tanda-tanda yang kemungkinan besar mengarah ke masa puncak kiamat menyerupai perang di Syria dan Yaman kita kesampingkan begitu saja. Seolah keduanya bukanlah hal yang perlu diperhatikan. Rasanya ada begitu banyak dari kita yang merasa sudah begitu nyaman dengan kemudahan modern yang memang mempunyai kegunaan untuk kehidupan sehari-hari. 

grid alias hidup tanpa terkoneksi sistem listrik  Suar Matahari dan Persiapan Living Off-Grid

Jika mendadak terjadi suar matahari dahsyat atau kejadian lain yang mengubah muka cerah belahan bumi yang kita pijak menjadi muram, bisakah kita bertahan hidup? Mempertahankan keimanan, melindungi diri dan keluarga, lingkungan kita, semuanya.

Ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk keadaan paling pahit di depan sana. Memilih untuk lebih jeli melihat keadaan remaja ini, membuang malas untuk berguru apa saja yang mempunyai kegunaan untuk menyongsong masa-masa itu. Kita perlu membiasakan diri dalam kehidupan minus materi bakar fosil juga sistem listrik menyerupai di masa lalu. 

grid alias hidup tanpa terkoneksi sistem listrik  Suar Matahari dan Persiapan Living Off-Grid

Tentu, mengesampingkan kemudahan di sini bukan berarti total hidup layaknya insan gua. Kalau itu yang terjadi, niscaya Anda tidak akan sedang membaca goresan pena ini :) yang masih memanfaaatkan teknologi informasi. Mulai dari yang kecil-kecil, menyerupai menanam masakan sendiri atau menciptakan aneka produk untuk keperluan sehari-hari secara DIY (do it yourself) kurasa dapat menjadi langkah awal yang bagus.

Refs:




Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar